Desa geo-ekowisata karst merupakan sebuah konsep kepariwisataan eksklusif karena dibangun di kawasan yang terdiri dari batugamping, dikenal tandus, dan dicirikan oleh sistem pengeringan bawah permukaan. Konsep pariwisata ini berbasis pada pemanfaatan sumber daya kebumian (geo), pertanian, dan lingkungan (eko) sebagai daya tarik pengunjung. Pengembangan wisata tersebut dilakukan dengan memberdayakan situs-situs telaga, gua, perbukitan karst, aneka tanaman karst, keberadaan suaka marga satwa, sosial-budaya, dan sumberdaya insani. Pembangunan dilaksanakan dalam kerangka menggerakkan keekonomian desa secara berkelanjutan, dengan mengoptimalkan potensi desa yang ada menjadi sebuah destinasi rekreasi.