Serangga merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem dan kehidupan manusia, di mana banyak di antaranya memiliki peran positif seperti penyerbuk atau pengurai, namun ada juga yang berperan negatif sebagai hama yang merusak tanaman dan mengganggu Kesehatan. Pengendalian serangga yang efektif merupakan aspek penting dalam pertanian, kesehatan masyarakat, dan kesehatan lingkungan. Metode trapping serangga adalah salah satu teknik pengendalian yang penting dan efektif untuk memantau dan mengendalikan populasi hama. Teknik ini tidak hanya membantu mengurangi populasi hama tetapi juga menjadi alat vital untuk mengumpulkan data penting guna pengambilan keputusan dalam strategi pengelolaan hama yang tepat sasaran. Macam-macam teknik trapping yang biasa digunakan antara lain perangkap cahaya (light trap) untuk memerangkap serangga-serangga yang aktif pada malam hari. Perangkap lubang (pitfall trap) digunakan untuk memerangkap serangga yang berada di permukaan tanah. Perangkap warna (color sticky trap) untuk memerangkap lalat, kutu dan tungau. Perangkap feromon (pheromone trap) untuk memerangkap lalat buah (Bactrocera spp.), kumbang tanduk atau Oryctes rhinoceros, ngengat (seperti ngengat tepung India dan ngengat gipsi), serta penggerek batang padi kuning dan penggerek buah kakao. Dengan memahami dan menerapkan metode trapping yang tepat, maka akan mampu meningkatkan efektivitas pengendalian hama, meminimalkan kerugian, serta berkontribusi pada ekosistem yang lebih sehat.