"Kehadiran wisatawan mancanegara yang membawa latar belakang budaya, nilai, dan ekspektasi berbeda menuntut pengelola desa wisata untuk memiliki pengetahuan lintas budaya yang memadai. Literasi budaya asing bukan hanya kemampuan memahami kebiasaan atau etiket tamu internasional, tetapi juga keterampilan untuk membangun komunikasi yang inklusif, pelayanan yang profesional, serta strategi pengelolaan yang sensitif terhadap keberagaman budaya. Melalui literasi ini, desa wisata diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat citra destinasi, serta menjaga keberlanjutan sosial dan budaya masyarakat setempat.Buku ini disusun sebagai panduan akademik maupun praktis bagi pengelola desa wisata, mahasiswa, praktisi pariwisata, dan para pemangku kepentingan lainnya. Selain menghadirkan konsep-konsep teoretis yang relevan, buku ini juga dilengkapi dengan contoh kasus serta rekomendasi strategis yang dapat diterapkan di lapangan."