Kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menyimpan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Hutan tropis yang lebat, keanekaragaman hayati yang tinggi, serta kearifan lokal masyarakat Dayak dan Kutai menjadikan wilayah ini memiliki potensi strategis untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Namun, di tengah dinamika pembangunan IKN, tantangan besar muncul: bagaimana menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal?Buku ini menawarkan jawaban melalui konsep edu-ecotourism, pendekatan pariwisata yang menggabungkan edukasi lingkungan, konservasi ekosistem, dan pemberdayaan komunitas lokal. Berbeda dengan wisata konvensional, edu-ecotourism menempatkan pembelajaran dan pelestarian sebagai inti dari setiap aktivitas wisata, sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat.