Buku ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip, perancangan, dan penerapan sistem penyaliran tambang sebagai elemen kunci dalam menjaga keselamatan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan kegiatan pertambangan. Pembahasan dimulai dari konsep dasar hidrologi dan hidrogeologi yang mempengaruhi masuknya air ke area tambang, termasuk curah hujan, aliran permukaan, karakteristik akuifer, serta mekanisme rembesan yang harus dipertimbangkan dalam desain penyaliran. Selanjutnya, buku menguraikan sumber-sumber air yang harus dikendalikan baik pada tambang terbuka maupun tambang bawah tanah, serta teknik pemodelan untuk memperkirakan debit masuk. Pada bagian utama, disajikan berbagai metode penyaliran aktif dan pasif—seperti sump, pompa, saluran terbuka, kolam pengendapan, hingga drainase gravitasi—beserta kriteria desain, kapasitas, dan pengoperasiannya. Buku ini juga membahas aspek teknis pengelolaan air limpasan, pengendalian air tanah, dan langkah mitigasi risiko seperti banjir tambang dan ketidakstabilan lereng akibat kejenuhan air. Di bagian akhir, dijelaskan strategi monitoring, evaluasi, dan optimasi sistem penyaliran, termasuk pemeliharaan peralatan serta integrasi pengelolaan kualitas air untuk mencegah pencemaran seperti air asam tambang. Dengan pendekatan teoritis dan praktis yang terstruktur, buku ini menjadi acuan penting bagi mahasiswa, perencana tambang, dan praktisi lapangan yang membutuhkan panduan komprehensif dalam merancang dan mengoperasikan sistem penyaliran tambang yang andal dan efektif.