Buku ini bermula dari sebuah kejanggalan yang tidak kunjung reda dalam benak penulis. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyandang Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua se-Indonesia, sebuah kebanggaan yang sering dikutip dalam berbagai forum. Namun di provinsi yang sama, Gunungkidul tetap mencatat kemiskinan multidimensi dan stunting tertinggi. Rata-rata yang mengilap itu, ternyata, menyembunyikan kenyataan yang jauh lebih bergerigi. Dari sanalah buku ini lahir, dan dari sanalah pula ia terus bertanya, siapa yang sesungguhnya diwakili sebuah angka rata-rata, dan siapa yang tersembunyi di baliknya.Wacana stunting di Indonesia selama ini banyak berhenti pada intervensi gizi spesifik, seperti pemberian makanan tambahan dan suplementasi, sesuatu yang penting namun tidak pernah cukup sendirian. Buku ini mengajak pembaca melangkah lebih jauh, mempertemukan wacana kemiskinan multidimensi yang lahir dari ekonomi pembangunan dengan wacana gizi anak yang lahir dari kesehatan masyarakat, dua bidang yang jarang benar-benar saling bicara. Ia disusun dengan satu prinsip yang dijaga ketat, kejujuran terhadap batas pengetahuannya sendiri, sehingga ketika data tidak memungkinkan klaim kausal yang ketat, atau ketika angka satu kabupaten tidak tersedia, buku ini memilih menyatakannya secara terbuka daripada mengarang kepastian yang tidak dimilikinya.Buku ini ditulis untuk tiga jenis pembaca sekaligus, akademisi yang mencari kedalaman konseptual dan metodologis, praktisi kebijakan yang mencari diagnosis dan rekomendasi yang siap ditindaklanjuti, serta masyarakat terdidik umum yang ingin memahami persoalan ini tanpa harus menjadi ahli. Ketiganya akan menemukan jalan masuknya masing-masing, namun satu ajakan yang sama berlaku bagi semua, membaca setiap angka, termasuk yang ditulis dalam buku ini, dengan kewaspadaan yang sama terhadap kemungkinan bahwa di balik rata-rata yang meyakinkan, selalu ada kenyataan yang lebih kaya menanti untuk ditemukan.